Rencana IMEU IV di Palembang Sumatera Selatan

Indonesia–Middle East Update: Promoting Relation and Cooperation in the Field of Trade, Investment and Tourism is an annual business event (plus tourism excitement) jointly held by the Ministry of Foreign Affairs, Republic of Indonesia and provinces governments as well as in cooperation with the Indonesian Missions in the Middle East countries.

The Event, which does not require any registration fee (free of charges), consists of several attractive business activities aiming at promoting greater economic cooperation between Indonesian entrepreneurs (including small and medium enterprises) and Middle East business communities. It gathers businessperson from various fields or business cores — ranging from products of mining, plantation, agriculture and horticultura, forestry, livestock, fisheries, food and beverages, etc.

On October, 8th – 9th 2010, the Event will be convened in Palembang which is located precisely in South Sumatera Province.

The Committee welcomes all of the applicants who are willing to come to the Pontianak, Indonesia for grabbing the chance of business and investment meeting and enjoying the leisure of tourism resorts and attractions. In due course, the Committee is looking forward to welcoming the participants in the Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport of Palembang. In addition, by arranging several business activities plus pleasure gathering and visiting the most exciting and beautiful resorts in the South Sumatera Province, the Committee will make sure that participants get gentle, remarkable and comfortable companion during their participation in the Event of Indonesia – Middle East Update.

Similar to the Committee, the people and the high ranks officials of South Sumatera Province Authorities are glad to entertain the Middle East businessmen. In this regard, the welcoming dinner and cultural performance will be presented by local Government and the committee.

Our best effort and commitment to prepare and accomplish the Event prove Indonesia’s seriousness in promoting better economic cooperation with the international, particularly Middle East business community.

See you soon in Palembang.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Investasi Provinsi Sumatera Selatan

sumatera_selatan.pngNilai export Sumatera Selatan tahun 2004 mencapai 282,400,859.00 ribu US $ dari perternakan hewan, daging sapi, perikanan, produk peternakan hewan, perkebunan, sayuran, buah-buahan dan kacang, kopi, teh, rempah-rempah, minyak biji-bijian, karet, resin, alas berbahan tanaman, minyak lemak hewani dan nabati, gula, permen, dan kakao.

Sumatera Selatan berpotensi oleh sector perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan, dan industri. Komoditas unggulannya adalah are kelapa sawit(1,359,190.58 ton di 2004), kopi (144,162.60 ton di 2004), karet (641,232.00 ton di 2004), perikanan tangkap (50,419.00 ton di 2004), kakao (983.00 ton di 2005), tebu (55,735.00 ton di 2005), nenas (9,201.00 ha di 2005), teh, industri CPO (930.00 ton di 2004), industri pengalengan nenas (520,012.00 ton di 2004), industri minyak sayur (669,000.00 ton di 2005), industri getah karet (641,232.00 ton suplai karet), industri pengolahan kopi (144,162.60 ton suplai kopi, industri pengalengan ikan (50,419.00 ton suplai ikan), industri the hijau, dan industri ikan beku (50,419.00 ton suplai ikan).

Komoditi nomor dua (non unggulan) adalah rajungan (126.00 ton di 2004), minyak alami (32.24 million barrels di 2004), gas alam, and industri pohon sawit (51,274,000.00 ha di 2004).

Beberapa peluang bisnis antara lain industri kelapa sawit, industri bahan kimia, iindustri bahan bangunan, industri keramik, alat tulis, hutan industri, industri pengelasan dan jasa teknologi khusus. Untuk menunjang keperluan bisnis, tersedia fasilitas dan infrastruktur telekomunikasi, tansportasi, air, listrik, perbankan, keuangan, pelabuhan, bandara, dan perhotelan. Bandara di sana antara lain Sultan Mahmud Baharudin II, Silampiri, TJ. Enim, Banding Agung, and Serdang Gelumbang, pelabuhan di asana antara lain idi Sungai Lumpur, Sungsang, Upang, Palembang, and Boom Baru.

Posted in Uncategorized

Sambut Investor Asing Demi Kesejahteraan Rakyat Sumsel

We have not only oil, but also plantation, CPO (crude palm oil) rubber,  rice estate and manythings. So please come to South Sumatera”. Kalimat ini disampaikan Gubernur Sumatera Selatan, H Alex  Noerdin  dalam  bahasa  Inggris. Alex menjelaskan kekayaan alam provinsi yang dipimpinnya. “Selain minyak, kami juga punya perkebunan kelapa sawit, sawah dan banyak lagi. Jadi silakan datang ke Sumatera Selatan,” katanya dalam bahasa Inggris yang cukup fasih.

Penjelasan gubernur Sumsel ini disampaikannya di depan para pengusaha Belanda dalam pertemuan bisnis atau Buisiness Meeting di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Belanda, Kamis 28 Mei 2009 lalu. Alex Noerdin berada di Eropa membawa rombongan yang antara lain terdiri dari dua bupati untuk mencari investor asing. Para hadirin bertepuk tangan ketika gubernur Sumsel menjanjikan memercepat proses urusan bisnis. Ia menegaskan, Sumsel akan menjadi daerah yang paling cepat mengurus perizinan bisnis.

Dengan bangga juga ia mengatakan, Sumsel adalah provinsi pertama di Indonesia yang memberlakukan sekolah, pengobatan dan bantuhan hukum yang gratis. Menjawab pertanyaan seorang pengusaha Belanda yang hadir,Alex Noerdin mengaku bahwa Sumsel memang sering di ganggu banjir dan kesulitan dalam soal air bersih.

“Kami memerlukan bantuan teknologi dan sebuah master plan,” tandasnya. Pertemuan di aula KBRI Den Haag itu dipimpin Dubes RI untuk Kerajaan Belanda JE Habibie.

Menjawab pertanyaan seorang pengusaha lain tentang subsidi pemerintah Dubes mengatakan, pemerintah Indonesia secara umum tidak memberi subsidi kepada pengusaha. “Ini adalah kebijakan pemerintah RI,” tandas adik mantan presiden RI ketiga ini.

Gubernur Alex Noerdin menambahkan, pemerintah daerah Sumsel bisa membuat peraturan daerah yang meringankan investor seperti pembebasan pajak dan lain-lain. Dodi Reza Alex Noerdin, yang hadir juga di pertmuan itu dan ikut rombongan gubernur mengatakan kepada saya bahwa iklim usaha di Sumsel kondusif untuk para investor asing. Pengusaha muda ini menjelaskan banyak perda-perda yang akan ditinjau kembali . Selain itu Reza menambahkan pemerintah akan membuat pelayanan satu atap. Itu semua untuk mempermudah pengusaha asing berbisnis di tanah Sriwijaya itu.

Pengusaha yang aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menambahkan, bahwa Sumsel bisa belajar banyak dari Belanda soal pengelohan air bersih dan pengaturan banjir. Para pengusaha di Sumsel, tambah putera gubernur ini, juga bisa membantu para investor asing dalam bentuk memberi fasilitas jaringan dan lain-lain.

Gubernur mengatakan bahwa sebenarnya investasi asing bukan hal baru di daerahnya. Investor asing sudah lama aktif di Sumsel, apa lagi dari Belanda, jelasnya. Sama seperti puteranya, politisi Partai Golkar ini mengatakan pula, teknologi yang diperlukan Sumsel dari Belanda antara lain adalah tehnologi pengelolahan air bersih.

Gubernur Sumsel mengatakan, bahwa daerahnya sudah siap dan sangat senang menyamburt para penanam modal asing, meskipun investor dari dalam negeri tidak akan dilupakan. Namun, investor asing perlu dilayani dengan baik. “Kita berikan kemudahan. Sepanjang ini untuk kesejahteraan rakyat Sumatra Selatan dan lebih jauh lagi untuk Indonesia,” katanya.

(http://www.sumselprov.go.id/index.php?module=newsdetail&id=1928 – 5 Juni 2009)

Posted in Uncategorized

Sumsel Salah Satu Provinsi Penopang Investasi Indonesia

(bloggaul.com | Sabtu, 20 February 2010) — Mendagri Gamawan Fauzi didampingi Kepala BKPM Gita Wirjawan berbincang dengan Gubernur Riau Rusli Zaenal, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada pemberian penghargaan Regional Champions di Kantor BKPM, Jakarta, kemarin.

Tujuh provinsi terpilih menjadi Regional Champions dan akan menjadi pendukung utama pencapaian target pertumbuhan investasi Indonesia pada 2010 sebesar 10–15%. Ketujuh provinsi itu adalah Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua. Pemilihan ketujuh daerah tersebut dilakukan dalam acara peluncuran program Regional Champions di Jakarta kemarin.

“Sebagian besar realisasi investasi tahun ini yang ditargetkan tumbuh 10–15% dari realisasi tahun lalu Rp135 triliun, ditopang oleh aktivitas investasi dari ketujuh daerah tersebut,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan dalam peluncuran Regional Champions kemarin.

Menurut Gita, sifat investasi yang ingin ditarik dari ketujuh daerah tersebut antara lain padat karya dan pengembangan sektor hilir. Kemudian pada proyek infrastruktur umum serta yang terintegrasi. Dia mencontohkan, proyek rel kereta api (KA) di Kalimantan Timur yang terintegrasi dengan pembangunan pelabuhan, smelter, dan pembangkit listrik.

Proyek yang sama juga tengah dilakukan di Sumatera Selatan. Sedangkan di Riau sedang dikembangkan infrastruktur yang terkait dengan sumber daya alam (SDA). Nusa Tenggara Barat akan menjadi tempat wisata terpadu sedangkan Papua mengembangkan infrastruktur dan energi. Sementara wilayah Jawa Barat juga mengembangkan infrastruktur dan SDA.

Gita mengatakan, BKPM akan memberikan perhatian khusus kepada ketujuh daerah tersebut agar bisa secepatnya mengaktualisasikan rencana proyek-proyek skala besar.“Kami tidak menuntut daerah untuk memberikan insentif, kami hanya minta daerah memberikan atensi yang besar bagi iklim investasi,” ujarnya. Mantan President Director JPMorgan Indonesia ini mengatakan, program Regional Champions selanjutnya akan dievaluasi secara berkala.

Bagi daerah yang belum masuk, termasuk daerahnya Kanghari, saat ini akan dilakukan berbagai program fasilitasi. Bentuk fasilitasi tersebut berupa pelatihan maupun sosialisasi terhadap daerah-daerah supaya bisa menarik lebih banyak investasi di daerahnya. Lulusan Kennedy School of Government, Harvard University, ini mengungkapkan, proses pemilihan Regional Champions didasarkan pada penilaian kuantitatif dari indikator kesiapan investasi di suatu daerah.

Di antaranya indikator ekonomi, proyek investasi yang ditawarkan, kesiapan pemerintah daerah untuk memberikan iklim investasi yang kondusif, ketersediaan sumber daya manusia dan alam, serta dukungan sarana dan prasarana daerah. “Mendorong beberapa investasi yang quick wins adalah penting sebagai dasar pertumbuhan ekonomi ke depan. Oleh karena itu, untuk jangka menengah dan panjang, BKPM ingin merangkul seluruh provinsi,”katanya.

BKPM berharap, target investasi sebesar Rp2.000 triliun per tahun bisa disumbangkan 50% dari sektor swasta. Jika ini bisa dilakukan, maka pertumbuhan investasi tidak hanya berasal dari pemerintah tetapi juga melibatkan peran swasta. Target investasi Rp2.000 triliun itu terdiri dari sumbangan beberapa sektor dan komponen.

Antara lain pembelanjaan, investasi jangka panjang dan pendek, investasi oleh perusahaan penanaman modal asing (PMA), dan penanaman modal dalam negeri (PMDN), sementara lainnya adalah investasi di hulu migas.“Dan yang swasta masuk ke situ, sebesar Rp1.000 triliun di antaranya,”ujarnya. Saat ini, tambah Gita, sudah ada sekitar lima investor yang berminat berinvestasi jangka panjang di Indonesia.

Di antaranya negara dari Timur Tengah. Selain kelima calon investor tersebut, pihak Emaar Properties juga menyatakan kesediaan kembali untuk berinvestasi di proyek pariwisata NTB. Ditargetkan, proyek tersebut dapat terealisasi pada semester ini. Dalam kesempatan yang sama Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi berharap, ketujuh daerah tersebut mampu mengoptimalkan penarikan investasi demi kepentingan nasional.

“Karena, Presiden mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan nasional itu 60% ditentukan kinerja daerah, maka 40% pemerintah pusat. Artinya, lebih besar keberhasilan daerah dalam menarik investasi akan membuka peluang masuknya investasi,” tandasnya. Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, keberhasilan daerahnya menjadi salah satu Regional Champions karena memiliki lahan yang cukup luas.

Khususnya lahan-lahan potensial yang bisa dikembangkan dengan masuknya berbagai investasi di berbagai sektor. Untuk itu, kata Alex, pihaknya akan memberikan dukungan kepada investor yang ingin masuk ke Sumsel. Menurut dia, selain dukungan fiskal dan keamanan, pihaknya akan memberikan kemudahan terkait masalah pembebasan lahan. “Intinya, kami akan permudah setiap investasi yang akan masuk ke daerah kami. Sehingga bisa menggerakkan perekonomian kami bahkan ekonomi nasional,” ujar mantan Bupati Musi Banyuasin ini.

Posted in Uncategorized

Investasi Timur Tengah ke Indonesia tidak Terpengaruh Krisis

JAKARTA–MI: Investasi dari para investor Timur Tengah ke Indonesia diperkirakan tidak akan terganggu meskipun dampak krisis global mengancam. Bahkan target jumlah investasi Timur Tengah yang masuk tahun 2009/2010 diperkirakan meningkat dua kali lipat dibanding tahun ini.

“Justru banyak yang sedang berusaha mendapatkan proyek di Indonesia, ini peluang baik bagi Indonesia selagi dunia Barat krisis, kita harus pererat hubungan ekonomi dengan Timur Tengah,” ujar Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Dr. Alwi Shihab di Jakarta, Rabu (15/10).

Tahun ini, nilai proyek yang menjadi sasaran investasi negara-negara Timur Tengah berjumlah US$5 miliar. Nilai investasi itu diperkirakan meningkat dua kali lipat menjadi US$10 miliar tahun depan. “Khususnya jika investasi di sektor agro industri terealisasi,” ungkapnya.

Sejumlah proyek yang sedang dikerjakan oleh investor Timur Tengah antara lain pembangkit listrik di Sumatera Selatan, Pelabuhan Tanjung Api-api Sumatra Selatan, dan agro industri di Papua dan Sulawesi Tengah. “Pelabuhan Tanjung Api-api itu nilainya mencapai US$1,5 miliar”.

Namun, menurut Alwi, birokrasi di Indonesia belum cukup mendukung masuknya investasi ke Indonesia. Masalah perizinan, salah satunya, menjadi hambatan dalam percepatan arus masuk investasi.

Dia mencontohkan proyek pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api, nota kesepahaman proyek itu sempat tertunda cukup lama dan terpaksa diubah karena ketidakpastian penetapan lahan. Hal itu juga dibenarkan perwakilan Emaar Property Anis Al-Habsyi yang mengungkapkan saat ini Indonesia juga mesti bersaing dengan China dalam menarik minat investor asal Timur Tengah.

Emaar Property saat ini memiliki proyek pengembangan kawasan pariwisata terpadu di Lombok Tengah bersama Bali Lombok Tourism Develop,emt Corporation.

Selain itu, juga terdapat Qatar Investment Authprity (QIA), Ras Alkheimah Investment Authority (RAKIA) dalam proyek Pelabuhan Terpadu Tanjung Api-api, Saudi Bin Laden Group, Al Lama Group, Al Hayeel Group, Qatar National Bank (QNB), Dubai Drydock, Kuwait Finance House (KFH), dan PT. Capital Investment International Group.

Posted in Uncategorized