Investasi Timur Tengah ke Indonesia tidak Terpengaruh Krisis

JAKARTA–MI: Investasi dari para investor Timur Tengah ke Indonesia diperkirakan tidak akan terganggu meskipun dampak krisis global mengancam. Bahkan target jumlah investasi Timur Tengah yang masuk tahun 2009/2010 diperkirakan meningkat dua kali lipat dibanding tahun ini.

“Justru banyak yang sedang berusaha mendapatkan proyek di Indonesia, ini peluang baik bagi Indonesia selagi dunia Barat krisis, kita harus pererat hubungan ekonomi dengan Timur Tengah,” ujar Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Dr. Alwi Shihab di Jakarta, Rabu (15/10).

Tahun ini, nilai proyek yang menjadi sasaran investasi negara-negara Timur Tengah berjumlah US$5 miliar. Nilai investasi itu diperkirakan meningkat dua kali lipat menjadi US$10 miliar tahun depan. “Khususnya jika investasi di sektor agro industri terealisasi,” ungkapnya.

Sejumlah proyek yang sedang dikerjakan oleh investor Timur Tengah antara lain pembangkit listrik di Sumatera Selatan, Pelabuhan Tanjung Api-api Sumatra Selatan, dan agro industri di Papua dan Sulawesi Tengah. “Pelabuhan Tanjung Api-api itu nilainya mencapai US$1,5 miliar”.

Namun, menurut Alwi, birokrasi di Indonesia belum cukup mendukung masuknya investasi ke Indonesia. Masalah perizinan, salah satunya, menjadi hambatan dalam percepatan arus masuk investasi.

Dia mencontohkan proyek pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api, nota kesepahaman proyek itu sempat tertunda cukup lama dan terpaksa diubah karena ketidakpastian penetapan lahan. Hal itu juga dibenarkan perwakilan Emaar Property Anis Al-Habsyi yang mengungkapkan saat ini Indonesia juga mesti bersaing dengan China dalam menarik minat investor asal Timur Tengah.

Emaar Property saat ini memiliki proyek pengembangan kawasan pariwisata terpadu di Lombok Tengah bersama Bali Lombok Tourism Develop,emt Corporation.

Selain itu, juga terdapat Qatar Investment Authprity (QIA), Ras Alkheimah Investment Authority (RAKIA) dalam proyek Pelabuhan Terpadu Tanjung Api-api, Saudi Bin Laden Group, Al Lama Group, Al Hayeel Group, Qatar National Bank (QNB), Dubai Drydock, Kuwait Finance House (KFH), dan PT. Capital Investment International Group.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.