Sambut Investor Asing Demi Kesejahteraan Rakyat Sumsel

We have not only oil, but also plantation, CPO (crude palm oil) rubber,  rice estate and manythings. So please come to South Sumatera”. Kalimat ini disampaikan Gubernur Sumatera Selatan, H Alex  Noerdin  dalam  bahasa  Inggris. Alex menjelaskan kekayaan alam provinsi yang dipimpinnya. “Selain minyak, kami juga punya perkebunan kelapa sawit, sawah dan banyak lagi. Jadi silakan datang ke Sumatera Selatan,” katanya dalam bahasa Inggris yang cukup fasih.

Penjelasan gubernur Sumsel ini disampaikannya di depan para pengusaha Belanda dalam pertemuan bisnis atau Buisiness Meeting di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Belanda, Kamis 28 Mei 2009 lalu. Alex Noerdin berada di Eropa membawa rombongan yang antara lain terdiri dari dua bupati untuk mencari investor asing. Para hadirin bertepuk tangan ketika gubernur Sumsel menjanjikan memercepat proses urusan bisnis. Ia menegaskan, Sumsel akan menjadi daerah yang paling cepat mengurus perizinan bisnis.

Dengan bangga juga ia mengatakan, Sumsel adalah provinsi pertama di Indonesia yang memberlakukan sekolah, pengobatan dan bantuhan hukum yang gratis. Menjawab pertanyaan seorang pengusaha Belanda yang hadir,Alex Noerdin mengaku bahwa Sumsel memang sering di ganggu banjir dan kesulitan dalam soal air bersih.

“Kami memerlukan bantuan teknologi dan sebuah master plan,” tandasnya. Pertemuan di aula KBRI Den Haag itu dipimpin Dubes RI untuk Kerajaan Belanda JE Habibie.

Menjawab pertanyaan seorang pengusaha lain tentang subsidi pemerintah Dubes mengatakan, pemerintah Indonesia secara umum tidak memberi subsidi kepada pengusaha. “Ini adalah kebijakan pemerintah RI,” tandas adik mantan presiden RI ketiga ini.

Gubernur Alex Noerdin menambahkan, pemerintah daerah Sumsel bisa membuat peraturan daerah yang meringankan investor seperti pembebasan pajak dan lain-lain. Dodi Reza Alex Noerdin, yang hadir juga di pertmuan itu dan ikut rombongan gubernur mengatakan kepada saya bahwa iklim usaha di Sumsel kondusif untuk para investor asing. Pengusaha muda ini menjelaskan banyak perda-perda yang akan ditinjau kembali . Selain itu Reza menambahkan pemerintah akan membuat pelayanan satu atap. Itu semua untuk mempermudah pengusaha asing berbisnis di tanah Sriwijaya itu.

Pengusaha yang aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menambahkan, bahwa Sumsel bisa belajar banyak dari Belanda soal pengelohan air bersih dan pengaturan banjir. Para pengusaha di Sumsel, tambah putera gubernur ini, juga bisa membantu para investor asing dalam bentuk memberi fasilitas jaringan dan lain-lain.

Gubernur mengatakan bahwa sebenarnya investasi asing bukan hal baru di daerahnya. Investor asing sudah lama aktif di Sumsel, apa lagi dari Belanda, jelasnya. Sama seperti puteranya, politisi Partai Golkar ini mengatakan pula, teknologi yang diperlukan Sumsel dari Belanda antara lain adalah tehnologi pengelolahan air bersih.

Gubernur Sumsel mengatakan, bahwa daerahnya sudah siap dan sangat senang menyamburt para penanam modal asing, meskipun investor dari dalam negeri tidak akan dilupakan. Namun, investor asing perlu dilayani dengan baik. “Kita berikan kemudahan. Sepanjang ini untuk kesejahteraan rakyat Sumatra Selatan dan lebih jauh lagi untuk Indonesia,” katanya.

(http://www.sumselprov.go.id/index.php?module=newsdetail&id=1928 – 5 Juni 2009)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.